˜”SEEKERS OF THE TRUTH”˜
˜”*•.Welcome To D.O.I.•*”˜

˜”Welcome To The Largest Community”˜

Please Register Before Log in

˜”SEEKERS OF THE TRUTH”˜


 
IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianGalleryAnggotaGroupPendaftaranLogin
Member baru segera registrasi dan introduce u'r self di Member Introduction..!!!
.:: Welcome To The Largest Detective Only Inside Community ::.
T-shirt DOI siap Produksi, Berminat click link ini
˜”*•. Join The Chatbox  DOI, Free Talk Unlimited .•*”˜
 List Reputations and points week case (Detective Award DOI)
Share cerita detektif, Jokes Case, Easy Game dan  Ilmu Hacking, di Forum DOI...!!!
= Ikuti lomba Desain Header DOI dengan mengclick link ini =
Download koleksi novel detective di Books Room DOI
Ngaku doiners Holic??? Ayo tambahkan "INSIDERS" di belakang nick FBmu
Punya saran & kritikan tulis di Brain-Storming DOI untuk di diskusikan bersama

Share | 
 

 Kisah Hantu Jepang "Sadako"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
DanzKira
Administrator
Administrator


Status :
Jumlah posting : 198
Point : 66 Case Maker : 0
Case Solver : 0
Reputation : 0
Speciality : code breaker
Lokasi : The World

PostSubyek: Kisah Hantu Jepang "Sadako"   Wed Jan 30, 2013 3:03 pm

kisah SADAKO Gan..


Sadako Sasaki lahir 7 Januari 1943; hidupnya yang singkat berakhir pada
25 Oktober 1955. Ketika ia berusia dua tahun, sebuah bom atom dijatuhkan
oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang. Sadako tinggal dekat Misasa
Bridge di Hiroshima tempat bom dijatuhkan pada tanggal 6 Agustus 1945.
Saat itu dia tak tahu bahwa dirinya telah menjadi korban radiasi pasca
pemboman.

Sadako adalah seorang anak yang cerdas, ceria, sangat energik, mungkin
istilah yang tepat adalah “pecicilan”, hingga orang tuanya selalu
mengingatkan agar ia duduk manis barang sejenak. Sadako sangat suka
berlari-larian. Ia sangat menikmati menjadi bagian dari “tim lari
estafet” di sekolahnya. Hingga dia tak memberitahu siapapun bahwa dia
mulai merasakan pusing saat berlari. Satu saat, ia terjatuh di depan
para guru, hingga dipanggillah orang tuanya datang ke sekolah. Tanggal
21 Februari 1955, Sadako mulai masuk rumah sakit. Sadako didiagnosa
terjangkit leukemia sebagai dampak bom atom. Ibunya menyebut sebagai
“penyakit bom atom” (an atomic bomb disease).

Pada bulan November 1954, tumbuh cacar pada leher dan bagian belakang
telinganya. Pada bulan Januari 1955, mulai timbul titik berwarna ungu
pada kakinya. Pada tanggal 21 Februari 1955, Sadako harus dirawat di
rumah sakit karena dokter mendiagnosa Sadako mengidap Leukemia dan
divonis hanya dapat hidup paling lama satu tahun.

Pada tanggal 3 Agustus 1955, seorang sahabat karib Sadako yang bernama
Chizuko Hamamoto datang menjenguk Sadako di rumah sakit dengan membawa
kertas emas untuk membuat bangau kertas, karena berdasarkan kisah klasik
Jepang, jika seseorang membuat seribu bangau kertas, maka permintaannya
akan dikabulkan. Cerita yang berkembang menyebutkan bahwa Sadako hanya
mampu menyelesaikan 644 bangau kertas sebelum kematiannya, dan
sahabatnya meneruskan hingga 1.000 dan menguburkan semua bersama jasad
Sadako. Cerita lain dari Hiroshima Peace Memorial Museum menyatakan
bahwa pada akhir Agustus 1955, Sadako teleah menyelesaikan 1.000 bangau
kertas dan meneruskan untuk membuat lebih banyak lagi.

Sejak saat itu Sadako mulai membuat paper crane untuk meminta kesembuhan
bagi dirinya. Untaian bangau kertas digantung di atas tempat tidurnya
dengan seutas benang. Meskipun Sadako punya banyak waktu di rumah sakit
untuk melipat bangau, ia kehabisan kertas. Dia pun menggunakan medicine
wrappings dan apa saja yang bisa ia pungut. Ia berkunjung ke kamar
pasien lain untuk meminta kertas bekas bungkus bingkisan pengunjung yang
datang mengunjungi pasien. Chizuko juga membawakan kertas untuknya.
Sadako berkeinginan melipat 1000 bangau, tetapi sayang, ia hanya sanggup
melipat 644 sebelum ajal menjemputnya.

Kondisi Sadako memburuk secara drastis, membuat kedua orang tua dan
saudara-saudaranya sedih melihatnya sekarat. Ibunya membuatkan sebuah
kimono bercorak bunga sakura supaya dapat dipakainya sebelum ia
meninggal. Saat itu Sadako merasa kondisinya membaik sehingga ia
dibolehkan pulang selama beberapa hari. Sadako berteman dengan seorang
anak laki-laki bernama Kenji, seorang anak yatim, yang juga menderita
leukemia tetapi sudah dalam stadium lanjut. Kenji sudah terkena dampak
radiasi sejak ia dalam kandungan ibunya. Sadako mencoba memberi Kenji
harapan dengan kisah bangau emas (The golden crane story), tetapi Kenji
sadar akan kenyataan bahwa waktunya sudah dekat. Ibunya sudah lebih dulu
meninggal, dan ia sudah belajar bagaimana cara membaca diagram darahnya
(blood charts) dan sudah tahu bahwa ia sudah dalam kondisi sekarat.
Saat di rumah Saat di rumah sakit, Sadako menyaksikan dengan mata
kepalanya sendiri kematian Kenji, dan dia sangat terpukul. Sadako tahu
bahwa gilirannya pun akan segera tiba.

Setelah keluarganya memaksanya untuk makan sesuatu, Sadako meminta teh
hijau dan berkomentar “It’s good.” Kalimat itu adalah kalimat
terakhirnya. Dikelilingi oleh keluarganya, Sadako meninggal dunia pada
tanggal 25 Oktober 1955 pada usia 12 tahun. Teman-temannya menyelesaikan
pembuatan bangau kertas sisanya hingga genap terkumpul 1000 bangau dan
menguburkannya bersama jasad Sadako.

Sepeninggal Sadako, teman-temannya menerbitkan suatu koleksi surat-surat
untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membangun sebuah
monumen peringatan bagi Sadako dan semua anak yang meninggal akibat efek
bom atom. Pada tahun 1958 sebuah patung Sadako memegang bangau emas
berdiri di Hiroshima Peace Memorial Park, bangsa Jepang menyebutnya
dengan nama Genbaku Dome. Di kaki patung terdapat sebuah prasasti
bertuliskan:

“This is our cry. This is our prayer. Peace on Earth.”
("Inilah jeritan kami. Inilah Doa kami. Damai lah di bumi").
Di Seattle Peace Park juga terdapat patung Sadako. Sadako telah menjadi
simbol dampak perang nuklir, mengingatkan betapa berbahayanya perang
nuklir. Sadako juga menjadi pahlawan untuk gadis-gadis di Jepang. Kisah
hidupnya diceritakan di sekolah-sekolah Jepang saat memperingati
pemboman Hiroshima. Sebagai dedikasi untuknya, penduduk Jepang merayakan
6 Agustus sebagai National Peace Day.

Kisah Sadako menjadi terkenal pula di kalangan murid sekolah di luar
Jepang karena ditulis menjadi sebuah novel. The Day of the Bomb ditulis
seorang penulis berkebangsaan Austria Karl Bruckner. Sadako and the
Thousand Paper Cranes pertama kali diterbitkan pada tahun 1977 ditulis
oleh Eleanor Coerr. Robert Jungk juga menulis Children of the Ashes, di
dalamnya ditulis pula kisah Sadako. Setiap tahun, ribuan paper crane
dikirim oleh anak-anak dan orang dewasa dari seluruh penjuru dunia ke
Hiroshima Peace Memorial Park. Burung bangau merupakan simbol harapan
untuk masa depan yang lebih baik yaitu perdamaian tanpa penderitaan.

Kisah Sadako dapat menjadi pengingat bagi kita apa yang terjadi akibat
perang terlebih jika suatu negara memilih untuk menggunakan senjata
nuklir.

Burung bangau di Jepang merupakan salah satu mahluk mistis atau suci
(selain naga dan kura-kura) yang dipercaya dapat hidup ribuan tahun.
Thousand Origami Cranes (???, Senbazuru) yaitu sebuah untaian seribu
origami bangau kertas yang disatukan dengan benang. Ada sebuah legenda
kuno Jepang yang konon menjanjikan bahwa siapapun yang dapat melipat
seribu bangau origami akan dihadiahi “WISH” oleh sang bangau, seperti
umur panjang, sembuh dari sakit. Maka Senbazuru menjadi wedding gift
yang populer untuk keluarga dan teman spesial. Si pemberi berharap
pengantin mendapat seribu tahun kebahagiaan dan kesejahteraan. Dapat
juga sebagai kado untuk bayi yang baru lahir agar berumur panjang dan
mendapat keberuntungan. Menggantung Senbazuru di rumah dianggap membawa
keberuntungan. Ada pula yang menggunakan sebagai matchmaking charm untuk
gadis-gadis Jepang saat berusia 16 tahun. Sang gadis akan membuat 1000
bangau untuk diberikan kepada sang jaka yang dikaguminya.

_______________________________________
╫ ► nothing┼is┼trueeverything┼is┼permited ◄ ╫
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Diva Chymber
Newbie
Newbie


Status :
Jumlah posting : 5
Point : 0 Case Maker : 0
Case Solver : 0
Reputation : 0
Speciality : Chemistry Olympiade, Guitar
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Kisah Hantu Jepang "Sadako"   Fri Apr 18, 2014 11:09 pm

ga tau mau ngomong apa. kasian yah,  banjir
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Kisah Hantu Jepang "Sadako"
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Vlad Dracula " Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
» kisah kapal MARY CALESTE..
» [WTS] knalpot nojima fasarm, impor langsung dari Jepang (second)
» Kamus Bahasa Jepang
» Mari belajar B. Jepang!! [Dai ikka]

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
˜”SEEKERS OF THE TRUTH”˜ :: The Largest Detective Only Inside Community :: Books Room-
Navigasi: