˜”SEEKERS OF THE TRUTH”˜
˜”*•.Welcome To D.O.I.•*”˜

˜”Welcome To The Largest Community”˜

Please Register Before Log in

˜”SEEKERS OF THE TRUTH”˜


 
IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianGalleryAnggotaGroupPendaftaranLogin
Member baru segera registrasi dan introduce u'r self di Member Introduction..!!!
.:: Welcome To The Largest Detective Only Inside Community ::.
T-shirt DOI siap Produksi, Berminat click link ini
˜”*•. Join The Chatbox  DOI, Free Talk Unlimited .•*”˜
 List Reputations and points week case (Detective Award DOI)
Share cerita detektif, Jokes Case, Easy Game dan  Ilmu Hacking, di Forum DOI...!!!
= Ikuti lomba Desain Header DOI dengan mengclick link ini =
Download koleksi novel detective di Books Room DOI
Ngaku doiners Holic??? Ayo tambahkan "INSIDERS" di belakang nick FBmu
Punya saran & kritikan tulis di Brain-Storming DOI untuk di diskusikan bersama

Share | 
 

 Scared to Death (part two)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
chukaichiban
Newbie
Newbie


Status :
Jumlah posting : 117
Point : 33 Case Maker : 0
Case Solver : 0
Reputation : 0
Speciality : salah tempat
Lokasi : middle of nowhere

PostSubyek: Scared to Death (part two)   Mon Sep 27, 2010 11:09 pm

Cerita sebelumnya : Reporter Edna beserta para reporterlainnya telah tiba dari perjalanan mereka di sebuah kota kecil ditengah gurun untukmewawancarai Manuka Das, seorang penulis yg di klaim bahwa dirinya telah menulissebuah kisah menakutkan sehingga telah membunuh dua orang dari pembacanya.


Rata2 orang dewasa memerlukan 10mg ironi, 12mg kesabaran,dan paling tidak 15mg humor setiap hari.


Edna berdoa untuk ketiga hal diatas sementara sang reporter terkenalDan Blather melangkah langsung mendekati si penulis, Manuka Das dan mencium tangannya.


Produser Blather, RonnyRott berbisik: “Stop! Menyentuh wanita melanggar aturan di tempat ini”


Blather menoleh pada produsernya dan berkata. “Rahasiasuksesku adalah semua wanita yang telah ku sentuh. Jika bukan di tangan, maka dihati.”


Rott dan Stella Tin (asisten Blather) memandang Blatherdengan pandangan sangsi. Namun beruntunglah Blather punya kekebalan bagus atas pandangan2 spt itu.


Edna dan reporter-reporter lain yang tadinya bergerombolsekarang sedikit mengambil jarak, saatpara kru dari TV internasional menyalakan lampu yang amat terang untuk memberikancahaya yang baik sebelum syuting wawancara dimulai.


“Huah, bisa tidak AC-nya didinginkan lagi?” ujar Blather,sambil mengelap alisnya dan mengoleskan make-up diwajahnya. Si agen Tina Mayer langsung menuju ke sisiruangan untuk melihat apa yang bisa dilakukannya.


Bahkan Manuka Das pun tampak kepanasan. Dia mengambil satugelas tinggi air es yg tersedia di depan Blather dan dia menuangnya ke sebuahcangkir untuk dirinya sendiri. Setelah satu tegukan Manuka Das duduk di kursiyang telah disediakan lalu mengipasi dirinya sendiri dengan menggunakanmanuskrip bukunya.


Producer Rott berkata “live in five” dan seketika suasanalangsung menjadi hening. Wajah Blather langsung berubah menjadi pura-purabersemangat dan antusias ketika berhadapan degan kamera dan memberikanrangkuman singkat pada pemirsa sebelum wawancara. “Bisakah cerita horror benar-benarmembunuh?, itulah pertanyaan yang ditanyakan dunia tentang ‘Scared to Death’,sebuah kisah yang telah membunuh dua orang pembacanya. Kita akan segeramengetahuinya-LANGSUNG di acara ini.


Menonton semua kejadian itu dari bagian belakang ruangan,Edna melihat bahwa pertanyaan Blather dapat mengendap di benak siapapun yang kerashati dan berpikiran skeptis, namun demikian cukup singkat untuk tidakmenghancurkan berita itu sendiri.


Sang penulis dengan tenang menjelaskan kalau kisah ituberdasarkan kejadian nyata, legenda dari iblis gurun, sebuah kekuatan nyata namun tak kasat mata yang hidup didaerah tsb. Ya, dua orang memang telah meninggal, namun sang penulis tidakdapat memberikan konfirmasi bahwa mereka mati karena membaca bukunya.


Blather nampak tertarik dengan paragraf pembuka buku itu, paragrafitu sepertinya tidak berbahaya. Kemudian Rott, si produser memotong siarantersebut untuk menayangkan iklan.


Blather duduk bersandar dan membaca sisa dari bab pertamabuku itu. Matanya berkedip dengan cepat membaca teks buku, nampaknya dia telahterjebak dalam senuah kisah yang menakjubkan.


“Back in five,”, kata sang produser.


Blather rupanya benar-benar terperangkap dalam kisah itu,dia diam, tidak merespon.


Ketika produser mengulang kembali, Blather tetap tidakbergerak.


Matanya berair.


Badan Blather tarjatuh, tersungkur ke dapan dan mengenaimeja kecil tempat gelas minumnya diletakkan.


“Ya ampun, dia pingsan,” ujar sang penulis.


Tanpa sadar tangan Edna menutup mulutnya dan berkata “Atau mati.”


Selanjutnya: “Bagaimana mungkin sebuah kisah bisa membunuh?”
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Big Boss
Administrator
Administrator


Status :
Officers : Big Boss Of DOI
Jumlah posting : 123
Point : 15 Case Maker : 0
Case Solver : 0
Reputation : 1
Speciality : Web Master
Lokasi : Mabes DOI

PostSubyek: Re: Scared to Death (part two)   Tue Sep 28, 2010 7:31 am

hhmm

_______________________________________
Big Boss Of DOI
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://detectiveonlyinside.forumotion.com
 
Scared to Death (part two)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [WTS]Accessories + Spare Part Kawasaki Ninja (Harga Bersaing!!)
» Murahnya spare part di Singapura
» Try to use Daytona Spare Part
» WTS : Part ex moge PNP ninja 250
» part subtitusi ninin 250

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
˜”SEEKERS OF THE TRUTH”˜ :: The Largest Detective Only Inside Community :: Books Room-
Navigasi: